MAX BLOG
Jumat, 15 November 2013
Rabu, 06 November 2013
Apple Tak Gubris Permintaan Pemerintah AS
KOMPAS.com - Apple menerbitkan laporan mengenai permintaan data oleh pemerintah Amerika Serikat, Selasa (5/11/2013). Dalam laporan, Apple menegaskan filosofi bisnis mereka yang menghargai data pribadi pengguna.
"Bisnis kami tidak tergantung pada pengumpulan data pribadi. Kami tidak memiliki kepentingan dalam mengumpulkan informasi pribadi tentang pelanggan kami. Kami melindungi percakapan pribadi dengan menyediakan enkripsi end-to-end di layanan iMessage dan FaceTime. Kami tidak menyimpan data lokasi, pencarian Maps, atau permintaan Siri dalam bentuk yang dapat diidentifikasi."
Pernyataan ini muncul setelah ada tuduhan bahwa National Security Agency (NSA) Amerika Serikat melakukan aksi mata-mata. Tuduhan ini dilontarkan oleh mantan karyawan NSA, Edward Snowden, dan mendorong ketidakpercayaan publik terhadap perusahaan teknologi.
Dari 1 Januari hingga 30 Juni 2013, Apple mengaku telah menerima sekitar 1.000 sampai 2.000 permintaan informasi dari badan-badan penegak hukum AS, yang mencakup 2.000 sampai 3.000 akun Apple yang berbeda.
Apple tak menggubris permintaan pemerintah AS tersebut karena mereka memang tak memiliki data yang diinginkan.
Pemerintah AS disinyalir memiliki akses ke server perusahaan teknologi untuk memata-matai perangkat telekomunikasi dan layanan internet.
Sementara itu, perusahaan teknologi di AS berusaha meyakinkan publik bahwa mereka tidak terlibat dalam upaya mata-mata pemerintah AS.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi ternama asal AS, termasuk Google, Apple, Microsoft, Yahoo, Facebook, dan AOL, meminta Komite Kehakiman Senat AS untuk mereformasi praktik penyadapan yang dilakukan pemerintah, termasuk NSA. Senat juga diminta melakukan pengawasan tambahan dan meningkatkan transparansi atas program mata-mata tersebut.
"Bisnis kami tidak tergantung pada pengumpulan data pribadi. Kami tidak memiliki kepentingan dalam mengumpulkan informasi pribadi tentang pelanggan kami. Kami melindungi percakapan pribadi dengan menyediakan enkripsi end-to-end di layanan iMessage dan FaceTime. Kami tidak menyimpan data lokasi, pencarian Maps, atau permintaan Siri dalam bentuk yang dapat diidentifikasi."
Pernyataan ini muncul setelah ada tuduhan bahwa National Security Agency (NSA) Amerika Serikat melakukan aksi mata-mata. Tuduhan ini dilontarkan oleh mantan karyawan NSA, Edward Snowden, dan mendorong ketidakpercayaan publik terhadap perusahaan teknologi.
Dari 1 Januari hingga 30 Juni 2013, Apple mengaku telah menerima sekitar 1.000 sampai 2.000 permintaan informasi dari badan-badan penegak hukum AS, yang mencakup 2.000 sampai 3.000 akun Apple yang berbeda.
Apple tak menggubris permintaan pemerintah AS tersebut karena mereka memang tak memiliki data yang diinginkan.
Pemerintah AS disinyalir memiliki akses ke server perusahaan teknologi untuk memata-matai perangkat telekomunikasi dan layanan internet.
Sementara itu, perusahaan teknologi di AS berusaha meyakinkan publik bahwa mereka tidak terlibat dalam upaya mata-mata pemerintah AS.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi ternama asal AS, termasuk Google, Apple, Microsoft, Yahoo, Facebook, dan AOL, meminta Komite Kehakiman Senat AS untuk mereformasi praktik penyadapan yang dilakukan pemerintah, termasuk NSA. Senat juga diminta melakukan pengawasan tambahan dan meningkatkan transparansi atas program mata-mata tersebut.
iPhone 6 Diyakini Berlayar 5 Inci
KOMPAS.com - Rumor tentang Apple seakan tak ada surutnya. Kali ini, lagi-lagi yang dirumorkan adalah soal ukuran layarnya.
Sebuah majalah tentang Apple di Jepang, Mac Fan, menyebutkan Apple sedang mencoba eksperimen ukuran layar. Apple pun diklaim sudah memutuskan akan merilis perangkat dengan layar retina display 5 inci 1080p.
Resolusi layar itu sendiri nantinya adalah 1920x1080 dengan ketajaman pixel 440ppi. Pembuatnya adalah LG, yang memang sudah lama jadi partner Apple.
iPhone ini juga akan dibuat setipis mungkin. Hal itu agar perangkatnya tetap bisa dioperasikan dengan satu tangan.
Sejak generasi pertama, iPhone selalu hadir dengan layar 3.5 inci. Ukurannya baru bertambah di iPhone 5, iPhone 5S dan iPhone 5C yang "tumbuh" ke 4 inci.
Rumor soal ukuran layar iPhone terus bermunculan karena pesaingnya, perangkat berbasis Android, relatif sukses dengan layar 5 inci mereka di pasaran.
Bahkan ada kabar yang mengatakan bahwa iPhone 6 disiapkan untuk hadir dalam 2 ukuran layar yang berbeda.
Terlepas dari rumor mengenai besaran layar tersebut, iPhone 6 diperkirakan akan rilis pada September 2014. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Apple mengenai iPhone yang akan datang.
Sebuah majalah tentang Apple di Jepang, Mac Fan, menyebutkan Apple sedang mencoba eksperimen ukuran layar. Apple pun diklaim sudah memutuskan akan merilis perangkat dengan layar retina display 5 inci 1080p.
Resolusi layar itu sendiri nantinya adalah 1920x1080 dengan ketajaman pixel 440ppi. Pembuatnya adalah LG, yang memang sudah lama jadi partner Apple.
iPhone ini juga akan dibuat setipis mungkin. Hal itu agar perangkatnya tetap bisa dioperasikan dengan satu tangan.
Sejak generasi pertama, iPhone selalu hadir dengan layar 3.5 inci. Ukurannya baru bertambah di iPhone 5, iPhone 5S dan iPhone 5C yang "tumbuh" ke 4 inci.
Rumor soal ukuran layar iPhone terus bermunculan karena pesaingnya, perangkat berbasis Android, relatif sukses dengan layar 5 inci mereka di pasaran.
Bahkan ada kabar yang mengatakan bahwa iPhone 6 disiapkan untuk hadir dalam 2 ukuran layar yang berbeda.
Terlepas dari rumor mengenai besaran layar tersebut, iPhone 6 diperkirakan akan rilis pada September 2014. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Apple mengenai iPhone yang akan datang.
Siap-siap, BBM Android-iOS Bakal Dijejali Iklan
KOMPAS.com — BlackBerry baru saja mengumumkan kesuksesan BlackBerry Messenger (BBM) menggaet 20 juta anggota baru yang berasal dari pengguna Android dan iOS.
Capaian ini tak lantas membuat BlackBerry berpikir ulang untuk menarik iuran dari pengguna BBM lintas platform.
BlackBerry memastikan, layanan BBM untuk pengguna Android dan iOS akan tetap gratis selamanya.
"BBM sudah jelas merupakan sebuah layanan gratis," tegas Andrew Bocking, Executive Vice President of BBM BlackBerry, saat diwawancarai The Morning Edition.
Meski digratiskan, BlackBerry mengaku telah merancang strategi bisnis untuk menghasilkan uang dari layanan BBM di Android dan iPhone. "Kami punya cara lain untuk menguangkan layanan ini," kata Andrew.
BlackBerry menyatakan, BBM akan menghasilkan keuntungan melalui kombinasi marketing dan iklan dari berbagai fitur yang saat ini belum diluncurkan, salah satunya BBM Channel.
Ya, BlackBerry akan memasang iklan di BBM untuk Android dan iOS.
BBM Channel sendiri adalah fitur baru yang rencananya akan ditambahkan ke BBM. Channel memungkinkan pengguna untuk berlangganan sebuah kanal yang dikelola oleh brand atau pengguna lain, mirip dengan mekanisme Twitter. Sejak pertama diperkenalkan Mei lalu, BBM Channel masih berada dalam tahap beta di BlackBerry Beta Zone.
Ini berarti begitu BBM Channel rampung dan menyambangi BBM lintas platform, berbagai macam iklan akan "berseliweran" di layar Android, iPhone, dan iPad saat pengguna mengakses layanan tersebut.
Pada tahap awal, BBM di Android dan iPhone hanya memiliki fungsi standar untuk berkirim pesan teks, mengirim voice note dan video singkat, serta membuat grup diskusi.
Fitur voice chat dan video chat dijanjikan BlackBerry akan hadir di BBM lintas platform "dalam beberapa bulan mendatang".
Capaian ini tak lantas membuat BlackBerry berpikir ulang untuk menarik iuran dari pengguna BBM lintas platform.
BlackBerry memastikan, layanan BBM untuk pengguna Android dan iOS akan tetap gratis selamanya.
"BBM sudah jelas merupakan sebuah layanan gratis," tegas Andrew Bocking, Executive Vice President of BBM BlackBerry, saat diwawancarai The Morning Edition.
Meski digratiskan, BlackBerry mengaku telah merancang strategi bisnis untuk menghasilkan uang dari layanan BBM di Android dan iPhone. "Kami punya cara lain untuk menguangkan layanan ini," kata Andrew.
BlackBerry menyatakan, BBM akan menghasilkan keuntungan melalui kombinasi marketing dan iklan dari berbagai fitur yang saat ini belum diluncurkan, salah satunya BBM Channel.
Ya, BlackBerry akan memasang iklan di BBM untuk Android dan iOS.
BBM Channel sendiri adalah fitur baru yang rencananya akan ditambahkan ke BBM. Channel memungkinkan pengguna untuk berlangganan sebuah kanal yang dikelola oleh brand atau pengguna lain, mirip dengan mekanisme Twitter. Sejak pertama diperkenalkan Mei lalu, BBM Channel masih berada dalam tahap beta di BlackBerry Beta Zone.
Ini berarti begitu BBM Channel rampung dan menyambangi BBM lintas platform, berbagai macam iklan akan "berseliweran" di layar Android, iPhone, dan iPad saat pengguna mengakses layanan tersebut.
Pada tahap awal, BBM di Android dan iPhone hanya memiliki fungsi standar untuk berkirim pesan teks, mengirim voice note dan video singkat, serta membuat grup diskusi.
Fitur voice chat dan video chat dijanjikan BlackBerry akan hadir di BBM lintas platform "dalam beberapa bulan mendatang".
iPad 13 Inci Rilis Tahun Depan?
KOMPAS.com - Rumor mengenai iPad dengan ukuran layar lebih lebar dari 10 inci telah beredar selama beberapa waktu. Kini, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple sedang menguji perangkat tersebut di pabriknya di Foxconn, China.
Dikutip dari BGR, tablet yang sering disebut sebagai "iPad Maxi" ini disinyalir memiliki bentang layar 12,9 inci. Sumber lain mengatakan bahwa ukuran layarnya lebih mengarah ke 11,4 inci.
Perangkat tersebut diprediksi bakal meluncur pada Maret 2014 atau hanya lima bulan sejak iPad Air diperkenalkan 22 Oktober 2013.
Ketika itu sempat pula beredar kabar bahwa Apple akan turut memperkenalkan model iPad dengan layar 13 inci, walau ternyata terbukti tak benar. Produsen gadget ini pada kenyataannya meluncurkan iPad Air bersama dengan iPad Mini Retina Display.
Meski begitu, tetap ada kemungkinan bahwa Apple akan melebarkan lini produk tablet miliknya. Terlebih, iPad Air kini hanya berbeda sedikit dari iPad Mini dalam hal dimensi fisik. "Celah" yang ditinggalkan oleh iPad tradisional bisa diisi oleh sebuah produk baru.
Juli lalu, Wall Street Journal mengklaim bahwa Apple sedang menguji layar berukuran lebar di sejumlah perangkat gadget yang dimilikinya, termasuk "sebuah purwarupa iPad dengan diagonal layar sedikit lebih kecil dari 13 inci".
Analis Barclays Capital Ben A Reitzes memperkirakan bahwa iPad dengan layar lebar ini bakal mengusung faktor bentuk clamshell, dengan keyboard convertible yang membuatnya lebih mirip dengan perangkat tablet "2-in-1" dari kompetitor Apple.
Dikutip dari BGR, tablet yang sering disebut sebagai "iPad Maxi" ini disinyalir memiliki bentang layar 12,9 inci. Sumber lain mengatakan bahwa ukuran layarnya lebih mengarah ke 11,4 inci.
Perangkat tersebut diprediksi bakal meluncur pada Maret 2014 atau hanya lima bulan sejak iPad Air diperkenalkan 22 Oktober 2013.
Ketika itu sempat pula beredar kabar bahwa Apple akan turut memperkenalkan model iPad dengan layar 13 inci, walau ternyata terbukti tak benar. Produsen gadget ini pada kenyataannya meluncurkan iPad Air bersama dengan iPad Mini Retina Display.
Meski begitu, tetap ada kemungkinan bahwa Apple akan melebarkan lini produk tablet miliknya. Terlebih, iPad Air kini hanya berbeda sedikit dari iPad Mini dalam hal dimensi fisik. "Celah" yang ditinggalkan oleh iPad tradisional bisa diisi oleh sebuah produk baru.
Juli lalu, Wall Street Journal mengklaim bahwa Apple sedang menguji layar berukuran lebar di sejumlah perangkat gadget yang dimilikinya, termasuk "sebuah purwarupa iPad dengan diagonal layar sedikit lebih kecil dari 13 inci".
Analis Barclays Capital Ben A Reitzes memperkirakan bahwa iPad dengan layar lebar ini bakal mengusung faktor bentuk clamshell, dengan keyboard convertible yang membuatnya lebih mirip dengan perangkat tablet "2-in-1" dari kompetitor Apple.
Langganan:
Postingan (Atom)



